Monday, 30 May 2016

Berjalan



“Berjalan adalah salah satu cara agar manusia bertahan hidup. Orang yang terus berjalan akan tetap bertahan. Orang yang berdiam akan cepat mati”

Pada liburan panjang awal bulan mei, gue memutuskan untuk melakukan perjalanan ke kota malang.  Awal ide perjalanan ini berasal dari teman gue, encep. Dia ingin melakukan perjalanan sendirian. Gue mengomentari chatnya dan akhirnya gue ikut berjalan bersama dua teman gue , wildan dan dikri. Total kami melakukan perjalanan berempat.

Masalahnya adalah, gue baru saja pindah kerja dari perusahaan lama gue. Iya, belum sampai tiga bulan gue berada di perusahaan baru ini. Bagaimana caranya gue izin untuk jalan-jalan diliburan panjang ini ?. Gue benar-benar butuh piknik.

Perjalanannya akan melebihi batas liburan panjang tersebut. iya, liburan panjangnya hanya sampai minggu. Sedangkan gue sampai jakarta di hari selasa.

Gue coba cari-cari alasan agar bisa di izinkan dua hari tidak masuk setelah libur panjang. Apakah gue harus berbohong, atau jujur?.   Oke gue coba jujur.

“lo mau izin dua hari? Liburan panjangnya gak cukup? Lo kan baru disini, bil. Yakin bisa dapet izin?”

“umm— ini lagi usaha, pak.” Jawab gue dengan kikuk.

“yaudah, tapi izin tanpa upah, ya. Potong gaji. Sama kerjaan lo harus selesai. Kalau belom, gak gue izinin”

“siap, pak”

“sama satu lagi. Bawain gue oleh-oleh”

“oh, siap, pak” seru gue sambil hormat.

Izin sudah dikantongi, tiket sudah dipesan, tinggal berkemas.

Sebenarnya, gue ingin membuat tips berkemas yang baik. Tapi karena gue orang yang jarang melakukan perjalanan. jadi gak usah. Entar dikira sok tahu. Tapi yang pasti,yang paling berat dalam berkemas adalah, memilih apa yang harus dibawa dan meninggalkan yang sekiranya tidak terlalu penting.  

Pada saat berkemas, kadang gue ingin membawa semuanya. tiba-tiba saja semua barang-barang yang gue punya jadi penting dan harus dibawa. Disisi lain, gue Cuma ingin membawa satu tas backpack saja. Ya, dari awal gue emang gak mau ribet aja. Dan setelah galau beberapa jam, akhirnya inilah isi backpack gue nanti.




 
Malang ternyata tidak sedekat yang gue kira. Pada saat boarding, gue tidak sengaja membaca papan jadwal keberangkatan dan kurang lebih perjalanan menggunakan kereta api adalah selama --- 17 jam. 

Gue melihat tempat duduk kereta api yang tegaknya sembilan puluh derajat dan gue Cuma bisa berkata.

“oke, gue pasti tidak akan tidur”



Menurut gue, malang itu seperti seorang wanita. Malang seperti sedang mempercantik diri. malang sedang giat-giatnya bersolek agar semakin manis. Semanis makanan dan minuman di kota ini. Iya, bahkan gue agak kesulitan mencari kedai kopi disini. Setiap black kopi yang gue pesan selalu manis. Meskipun gue sudah memesan bahwa kopinya jangan memakai gula, tapi you know what, tetap ada gula di dalam kopi tersebut.  

Iya, beruntungnya, gue menemukan kedai kopi disini. Dan you know what, kedai kopinya menyediakan kopi gayo. Ah, gue semakin bahagia menemukan harta karun kecil disini.



Selain kedai kopi ini. Gue punya dua tempat favorit dimalang. Pertama. Tempat ini. Air terjun koban rondo.


Hayooo, mau kemana? 





Seorang pria yang sedang duduk sendiri diantara banyaknya orang yang mengobrol dengan kerabat bahkan pasangannya. Kasian banget sih, lo , dikri. Umm, iya. orang yang duduk sendirian diantara keramaian itu sahabat gue, dikri.  

Kata penduduk sekitar, coban rondo itu air terjun janda, jadi ceritanya ada seorang wanita yang menunggu suaminya dibawah air terjun itu kemudian--- umm cari di google aja, ya.



Iya, di coban rondo ini banyak banget monyet berkeliaran. Kalau lo membawa kacang pasti diikuti oleh hewan yang satu ini. Tapi mereka gak bahaya, kok. Sepertinya sudah cukup biasa dengan adanya manusia disekitar. Contohnya seperti ini.



Lihat, kan. Lihat, bahkan monyet saja bisa lebih terkenal dan dimintai banyak foto. Hmm—curiga dia sebentar lagi nge-Vlog , masuk youtube, terus memposting tentang kegiatan sehari-harinya.



This Cilok is Very good , yeah i'm serious, ciloknya beda banget, cilok disini seperti mengikuti bakso malang, kalau beli cilok gak Cuma dapet cilok, dapet pangsit dan lainnya. Iya, di coban rondo ini benar-benar kayak tempat wisata, (emang tempat wisata, cuyy) banyak pedagang di sekitar air terjun.

Ngomong-ngomong soal bakso, mau iseng nanya, dimalang ada bakso biasa atau bakso seperti pada umumnya gak sih?, sepanjang jalan dimalang, yang gue temukan adalah bakso malang. J

Lokasi kedua terfavorit gue dimalang adalah Vihara dhammadipa arama. Suasananya enak. Sepi, hanya ada para pelajar dan beberapa biksu yang sedang mengunjungi vihara untuk berdoa.


Gue sempat canggung ke tempat ini. Bahkan awalnya agak sungkan untuk memotret. Sampai akhirnya gue bertemu seorang biksu disana dan bertanya apakah boleh memotret atau tidak. Dia bilang boleh, bahkan dia mengajukan diri untuk menjadi tukang foto apabila ingin berfoto didekat The Sleeping Budha.

Banyak hal yang gue temui dan dapatkan diperjalanan. Gue ingin menemui lebih banyak orang. Dengan berjalan, gue bisa mengobrol dan menemukan hal baru disetiap perjalanan. Iya, sebenarnya, dibandingkan membahas tempat, gue lebih suka membahas orang-orangnya, tapi gue belum bisa. Ya, mungkin gue harus lebih banyak melakukan perjalanan.  

*Melirik Tajam pada Isa, Ayu, Eko, Ashif, dan Amink.*

KAPAN KITA MELAKUKAN PERJALANAN, OYYY...???

Ya, Seperti para pejalan lainnya, gue ingin menemukan rumah ditempat yang jauh dari rumah, menemukan orang-orang yang mau membuka pintunya untuk kita. Dan yang lebih penting, disebuah perjalanan, gue ingin berziarah pada diri sendiri.  

PS: terimakasih sudah mau membaca dan mampir di blog gue ini. Tulisan ini adalah tulisan pertama gue mengenai perjalanan. Sebagai orang yang kurang piknik, tulisan ini pasti akan sangat random.

Note : untuk kalian yang akan melakukan perjalanan. Sampai bertemu dengan pulang




+semua foto milik gue pribadi, kecuali gambar kursi kereta dan gambar welcome home.
  

Sunday, 22 May 2016

Kopi, Teh, dan Patah Hati



“Saat orang-orang jatuh cinta, mereka mampu membuat warna hitam menjadi warna merah jambu. Namun, pada saat warna merah jambu tersebut memudar, bahkan kembali menjadi hitam. Mampukah mereka menerimanya, dan membuat warna hitam itu kembali menjadi warna merah jambu ?.”
   
“kopi apa yang sedang lo minum?”

“Kopi Gayo, dari Aceh” jawab gue lalu meneguknya.

“Padahal Gue jarang ngeliat lo minum kopi. Kok, lo bisa menikmati kopi pahit?”

“lo gak ngeliat gue seperti orang yang suka kopi karena gue sudah jarang mengkonsumsi kopi instan , dan gue juga gak minum kopi manis”

“kenapa?”

“kenapa yang mana?”

“kenapa lo gak suka minum kopi yang manis?”

“hmm—entahlah. Mungkin karena rasa pahit dikopi tersebut sudah tidak terasa. Rasa kopi sendiri pahit, bukan? Kalau gue minum kopi manis, gue gak bisa menikmati rasa pahitnya”

“jadi, menurut lo, minum kopi pahit itu seperti hidup. Meskipun ada rasa pahit, tetap harus dijalani dan dinikmati?”

“kalau persepsi lo seperti itu, gue gak bisa jawab apa-apa.” Tutup gue padanya.

“Gue udah menemui dia—“ sahutnya mulai membuka topik lain.

“menemui siapa? Tunangan lo yang—“

“nyelingkuhin gue” sambungnya.

“umm. Ah, iya. tapi, bukannya dia di luar kota. jangan bilang lo datang kesana hanya untuk meminta penjelasan seperti yang lo bilang ke gue waktu itu.”

“iya, gue datang ke tempat tinggalnya yang ada disana. Gue gak memberitahu dia kalau gue akan datang. Gue hanya bertanya apakah hari itu dia ada ditempatnya atau tidak. Dia bilang dia tidak akan kemana-kemana hari itu. Untunglah dia tidak bohong.” 

 “elo, gila.”

“ya, kadang gue ingin melakukan hal gila untuk orang yang gue cintai. Walaupun itu untuk sebuah perpisahan. Gue ingin membuat itu sebagai hal terakhir yang gue lakukan. Gue ingin mendapatkan sebuah perpisahan yang baik.”

“terus, gimana?”

“dia menjelaskan semuanya. Dia menyesali semua perbuatannya. Dia meminta gue untuk memaafkannya. Dia menginginkan hubungan ini terus berlanjut. Dia berjanji akan memutuskan wanita selingkuhannya”

“dan, keputusan lo?”

“gue menolaknya. Gue tidak mau menambah orang yang tersakiti. Gue hanya ingin dia melanjutkan hubungan dengan wanita tersebut bila dia benar-benar menyukainya. gue meminta dia untuk lebih jujur dalam menjalani hubungannya saat ini”

“elo baik banget.”

“ya, tapi dia tidak menerima begitu saja. Dia bersikukuh untuk terus mempertahankan hubungan  kami. Dia bilang, apa yang akan dia katakan pada orang tuanya kalau hubungan yang dianggap orang tuanya serius ternyata harus berakhir saat selangkah lagi menuju kehidupan baru.”

Dia menghela napasnya. Dia kembali melanjutkan ceritanya.

“gue berkata pada dia bahwa, gue akan menjelaskan kepada orang tuanya sejujur-jujurnya. Gue memberitahu dia tidak usah khawatir, yang menjalani  hubungan ini adalah gue dan dia. Lagi pula, gue tidak mau mempertahankan hubungan ini karena dia takut untuk menjelaskan berakhirnya hubungan ini kepada orang tuanya. Dari situ saja sudah jelas, dia tidak serius dengan hubungan kami yang selama ini terlihat serius”

“lalu, apakah lo mendapatkan apa yang lo inginkan? “

“iya, setelah kami berbicara banyak. Dia akhirnya mengerti. Kami setuju untuk memutuskan hubungan ini. Dia mengajak gue untuk makan bersama sebagai tanda suatu perpisahan. Gue memutuskan untuk setuju dengan ajakannya.”

“ya, kalau lo mendapatkan yang lo mau, itu bagus. Tapi, sebaik apapun, itu adalah sebuah perpisahan, pasti itu sakit bukan?”

“iya, lo benar. Ini adalah patah hati terhebat yang gue rasakan.”
Dia tersenyum dengan mata nanar.

 “mungkin gue butuh secangkir kopi” serunya sambil menghela napasnya.

“hmm—itu bukan ide yang bagus”

“kenapa?”

“Untuk seseorang yang sedang patah hati. Kopi terlalu pait untuk dirasakan. Saat ini, lo membutuhkan Teh yang lebih menenangkan” 

Tutup gue padanya.



*Gambar diambil dari google. 

Thursday, 5 May 2016

Sebuah kata bernama "Sayang"


  


"Seseorang rela melakukan apapun agar  sebuah hubungan yang dia inginkan berjalan dengan sesuatu yang baik. Namun, pada saat hubungan tersebut tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan, apakah orang tersebut berani untuk mengakhirinya dengan baik?"


“Apa artinya kalau pacar lo sudah mulai tidak rajin memberi kabar ?” seorang teman tiba-tiba datang dan menceritakan keresahannya. 

"hmm-- sibuk mungkin, atau--" 

"punya seseorang yang baru?" jawab dia dengan nada kesal.

"lo kenapa sih?"

"pacar gue selingkuh" 

"hah? serius? kok lo bisa tahu?"

"itu gak penting." jawabnya sambil menghela napas. 

"terus, apa yang mau lo lakukan?"

"gue mau menemui dia--dan mutusin hubungan ini"

"serius? bukankah kalian sudah menjalin hubungan ini cukup lama ? bukankah dia sudah mengajak lo ke jenjang yang lebih serius? Tidak sayangkah dengan cincin yang ada di jari manis lo itu?"

"kesetiaan bukanlah sesuatu yang bisa dibeli hanya dengan cincin di jari manis, bahkan sumpah yang dilakukan di hadapan Tuhan. lagi pula, tidak kah kau berpikir,  Tuhan sendiri pun belajar ia kerap dikhianati oleh manusia."

"hmm, Charlie Brown?" jawab gue seadanya.

"Windy Ariestanty" 

"oke"jawab gue sambil mengangguk.

dia menghela napasnya. 

"sejujurnya, gue cuma ingin menemuinya dan meminta penjelasannya"

"yakin? penjelasan macam  apa yang lo harapkan dari seseorang yang sudah menghianati lo?"

"entahlah, gue cuma berpikir,  kalau memang harus berakhir, gue ingin ini berakhir dengan baik" jawabnya sambil mengawang. 

"gue gak ngerti sama sekali sama pemikiran lo, sih"

"gue memulai hubungan ini dengan sesuatu yang baik. gue juga ingin meng-akhiri hubungan ini dengan cara yang baik. cuma itu"

"cuma itu?"

"iya, cuma itu. kalau memang bosan, kenapa tidak bilang. kalau memang tidak ingin menjalani hubungan ini lebih serius, kenapa dia mengajak gue ke jenjang yang lebih serius? kami memulai semua ini dengan kejujuran. jadi, gue tak ingin hubungan ini berakhir dengan suatu kebohongan. setidaknya, gue berhak untuk tahu dan memberi dia kesempatan untuk menjelaskan"

"memangnya lo yakin, bisa menerima jawabannya? kalau gue jadi elu, mungkin semua penjelasan dia hanya gue anggap sebagai alasan"

"gue akan mendengarkan. lalu mengambil kesimpulan. gue ingin tahu, apakah dia mengajak gue ke jenjang yang lebih serius karena benar-benar sayang sama gue. atau hampir sama kayak yang lo katakan tadi “gue pengen putus sama dia, tapi gak bisa. Soalnya, gue udah menjalani hubungan ini  cukup lama. Sayang banget kalau harus berakhir” ."

"hmm-- Sayang dengan titik. atau sayang dengan koma. hmm--  bedanya setipis tali G-string. ya?. 

"lo gak usah meng-analogikan hal ini dengan pikiran busuk lo, deh" jawab dia kesal.

kami berdua tertawa. 

‘Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan’.begitu juga dengan suatu hubungan, gue percaya tidak ada orang yang mau dinomor duakan apalagi diduakan.
  

















Wednesday, 6 April 2016

Dua Puluh Tiga : Untuk Orang-orang yang sudah datang dan tidak pernah pergi



April baru saja tiba dan dia memulai kehidupan gue dengan membawa banyak keresahan.

ORANG pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun adalah papa. Bagaimana tidak, Bokap salah hari. beliau mengirimi gue SMS selamat ulang tahun pada 1 April—satu hari lebih cepat dari hari ulang tahun gue, yang tentu saja gue abaikan. 

Pada hari ulang tahun gue, bokap kembali kirim SMS, alasannya adalah “papa sengaja kirim ucapin selamat ulang tahun sejak tanggal 1 April soalnya khawatir pada saat hari ulang tahun kamu tiba, handphone papa eror”.

Bokap gue memang pintar kalau nyari alasan. Padahal, seandainya bokap bilang dengan jujur bahwa beliau salah mengingat tanggal atau bahkan lupa sekalipun, gue tidak akan marah atau merasa kecewa. Kita tidak tidak bisa berharap banyak dari sebuah ingatan yang menua bersama waktu, bukan?

Orang yang pertama kali mengucapkan adalah seorang wanita yang datang ke kehidupan gue dan tidak pernah pergi.  Dia adalah cinta pertama gue. Kami bertemu di SMA dan masih menjalani hubungan yang baik sampai sekarang.

Dia mengirimkan ucapan ulang tahun pukul 12:10 malam. Dimana baru gue baca jam setengah enam pagi.

Kami tidak mempunyai hubungan yang spesial. Dia tahu bahwa gue suka sama dia. Dan gue juga sering mengatakan bahwa gue suka sama dia berkali-kali. Sampai saat ini kami berteman baik dan Men-support satu sama lain.

Kalau Gue bilang gue tidak pernah mengharapkan hubungan yang lebih dari ini bersama dia. Itu bohong. Dari lubuk hati gue yang paling dalam. Gue menginginkan suatu kejelasan dengan hubungan ini. Tapi, seperti yang gue bilang. Cinta adalah suatu perasaan yang cukup untuk menerima.

Lagi pula, tidak semua kisah cinta di muka bumi ini berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, bukan?.

(Baca : ini semua hanya pencitraan, padahalmah udah keseringan galau sampe showeran pake gayung ) 

Untuk nyokap gue tercinta. terimakasih sudah menjadi sahabat yang sangat luar biasa. tolong jangan bertanya hal absurd seperti "kamu normal, kan?" karena aku terlalu lama men-jomlo. dear mama ku sayang, aku normal. aku tidak LGBT. aku masih tidak mengerti apa enaknya beradu "pedang" .

Orang –orang berikutnya yang mengucapkan selamat di hari jadi gue adalah teman-teman kampus gue yang cukup busuk. Isa, Ashif, Amink, eko, Ayu. Semoga pertemanan kita terus berlanjut, ya. Karena akhir-akhir gue menggelisahkan bawah pertemanan kita sedang tidak sehat.

Padahal kita tidak kemana-mana. Tapi Rasanya, akhir-akhir ini gue seperti pergi ke tempat yang benar-benar beda.

By the way, nyokap gue nanyain kapan kalian main kerumah lagi. Mau nyobain gaji isa yang baru jadi Asisten menejer katanya. J

Untuk orang-orang yang sudah datang dan tidak pernah pergi. Terimakasih banyak karena mau menerima gue dikehidupan kalian.

Untuk the Gembel, sahabat-sahabat gue yang selalu sabar menerima ide-ide gue yang kadang terlalu egois dan sulit untuk dikabulkan. kalian semua memang pengertian. 

Terimakasih juga untuk orang-orang yang mau menyisihkan kuota internetnya hanya untuk membaca tulisan gue yang jauh dari kata baik di blog ini. 

Sekali lagi gue mengucapkan terimakasih.

Betapa Beruntungnya gue punya orang-orang seperti kalian. Orang-orang yang mau meluangkan waktu, bahkan menciptakan waktu untuk orang yang punya pemikiran yang kadang tidak masuk di akal seperti gue. Kalian semua yang terbaik.

Dan untuk kamu,  kita jadi jalan, kan? J





Sunday, 3 April 2016

Tips menghadapi Ujian Nasional

Bagi yang besok UN. selamat UN. gue akan memberikan beberapa tips UN.

1. Usahakan berangkat lebih pagi. Supaya tidak telat. jangan datang pada saat ada ada maunya aja. Terus pas dapet, pergi gitu aja. Itu gak baik.

2. Kalau kamu menemukan soal yg sulit. jangan terpaku sama satu soal itu. Takutnya Nanti kamu jadi terlalu nyaman dan gak bisa move on .

3. Usahakan menjawab soal UN pada saat itu juga. jangan ditunda-tunda. Inget, digantungin itu gak Enak.

4. Usahakan jangan sering tatap-tatapan sama pengawas. takutnya terjadi cinta lokasi. nanti bisa mengganggu konsentrasi. ‪

5. kalau pengawas mulai ngedeketin kamu. bilang aja "maaf, hubungan kita gak bisa lebih dari ini" ‪

6. kalau pengawas bilang "baiklah, waktu mengerjakan untuk ujian hari ini sudah berakhir" kalian cukup bilang "jadi, setelah semua ini, kamu mau menyudahinya begitu saja?" ‪

7. oh, iya. pada saat mengisi kolom nama, pastikan kamu menulis nama kamu sendiri. jangan nama artist favorit kamu apalagi nama pacar atau mantan pacar kamu. ‪

8. kalau lagi bingung jawab dan pengawas mergokin kamu lalu bilang "kok, lembar jawabannya masih kosong?" cukup jawab "gak bisa bu, saya gak bisa jawab. saya mencintai semuanya" ‪

9. kalau pengawas terus merhatiin kamu. kamu cukup bilang "kamu gak usah terlalu posesive deh. aku gak nyaman dengan sikap kamu yang seperti itu" ‪

10. kalau kamu ketahuan nyontek dan pengawas ngambil lembar jawaban kamu. jangan panik. cukup bilang "aku mohon, aku bisa jelasin semuanya. ini tidak seperti yang kamu kira" ‪

11.kalau pengawas mergokin kamu lagi nyontek temen kamu yang dibelakang dan bertanya " kenapa kamu nengok kebelakang terus? " gak usah panik , cukup jawab "kadang kita harus melihat ke masa lalu, supaya tidak salah langkah dimasa yang akan datang" ‪

Itu adalah beberapa tips UN dari gue. Sekali lagi selamat menempuh ujian nasional. Kalian harus menjawabnya dengan jujur. Sesulit apapun, kalian harus menjawabnya dengan jujur. Karena Akan ada hati yang terluka kalau kalian tidak menjawabnya dengan jujur.




*gambar dari google.

Thursday, 31 March 2016

sebuah keputusan yang membuat (lebih) baik.


“Billy ---- Gue mau curhat”  seorang teman gue tiba-tiba men-chat lewat account facebook.

“hah? Curhat apaan? Pengen kurus? Lo mau sekurus apalagi?” jawab gue ngasal.

“bukannnn---“ jawab dia dengan emoticon berteriak.

“terus?”

“gue jatuh cinta untuk yang pertama kalinya dan gue patah hati”

“sebentar, jangan-jangan eloo—“

“iya, gue mengatakannya kalau gue selama ini suka sama dia” jawab dia dengan emoticon menangis.

Oke, jadi teman gue ini sebut saja –umm karena cewek,, sebut saja bunga.  Dia baru saja patah hati. Tapi bukan patah hati yang membuatnya menangis. Bunga sendiri sudah tahu kalau dia akan patah hati. Dia jatuh cinta pada temannya cukup lama. Bunga sudah tahu bahwa temannya sudah memiliki kekasih dan bunga juga sudah tahu kalau teman yang disukainya sangat serius menjalani hubungan yang sedang dijalani.  Dengan kata lain, dia sudah tahu akan patah hati.

“jadi, kenapa lo memutuskan buat ngasih tahu perasaan lo?”

“gue Cuma gak mau menyesalinya, hal yang paling gue takutkan saat ini bukan patah hati, tapi tidak membuat sebuah keputusan apapun.”  


Seperti yang dikatakannya, bunga  tidak ingin menyesal karena dia tidak membuat keputusan apapun tentang apa yang harus dilakukan pada perasaannya. Untuk itu Bunga memutuskan untuk menyampaikan apa yang selama ini dia rasakan.

Bunga hanya  ingin orang yang disukainya tahu tentang perasaannya. Bunga tidak ingin menyesal karena dia tidak pernah memberi tahu perasaannya pada orang yang disukainya. Dan yang paling penting, dia tidak ingin menjalani hidup dengan pertanyaan “apakah orang yang disukainya mempunyai perasaan yang sama?”  

Sebenernya gue cukup iri dengan apa yang dilakukan oleh teman gue ini. Dibalik sikapnya yang cukup kaku dan punya masalah dengan sesuatu yang bernama percaya diri. Dia punya keberanian dan kekuatan luar biasa menghadapi suatu hal bernama “Penolakan”.

“terus respon dia sendiri , gimana?”

“dia meluk gue, terus ngomong “suatu saat akan ada orang yang lebih baik untuk gue”

“hmm—terus?”

“Gue nangis, gue ngerasa secara tidak langsung dia mengatakan bahwa selama ini gue mencintai seseorang yang tidak cukup baik” jawab dia dengan emoticon menangis.

“keren, gue bangga sama lo. Berani menghadapi sebuah penolakan. Udah jangan nangis mulu, sakitnya bakal ilang pelan-pelan”

Hmm-- Orang yang jatuh cinta, meskipun dia mengalami patah hati, orang-orang ini tidak pernah menunggu seseorang yang lebih baik akan datang dari seseorang yang mereka cintai saat ini. Orang yang jatuh cinta tidak pernah tahu mana yang lebih baik.  Bagi mereka, jatuh cinta selalu soal waktu yang sedang dijalani. Waktu saat ini. bukan kemarin,atau besok. Orang yang jatuh cinta hanya jatuh cinta begitu saja dan mengambil risiko bahwa seseorang yang dicintainya itu mungkin tidak cukup baik di mata orang lain.
Jadi, apakah cinta itu buta?.

kalau menurut gue,  Cinta itu adalah suatu perasaan yang membuat seseorang merasa cukup untuk menerima.


Wednesday, 16 March 2016

Sebuah Obrolan antara B dan b


“Kapan punya pacar?”  Atau sampai yang paling ekstrim “kapan kawin?” Sebuah pertanyaan yang sering terlontar dari teman-teman gue, sahabat gue, sampai dosen gue dikampus lama gue, Pak hudan, sering menanyakan hal ini. karena bosan, biasanya gue jawab"nanti kalau gak hujan". uniknya adalah, mereka malah menjadi resah dengan keadaan gue, bahkan teman-teman gue sampai pak hudan pernah menjadi mak comblang untuk mencarikan gue pacar. Iya, ini serius, bahkan dosen gue ini sering memperkenalkan gue dengan asisten dosennya. Padahal gue sendiri tidak terlalu terganggu dengan keadaan gue.

Sampai pada akhirnya, Obrolan absurd terjadi ketika gue sedang asik mengobrol di group chat BBM . teman gue ada yang mau menikah dan tiba-tiba topik obrolan ramai membicarakan siapa selanjutnya? Atau kapan gilirannya tiba. Dan entah kenapa, tiba-tiba saja gue mengobrol dengan gue yang lain. Katakanlah sekarang gue membagi diri gue menjadi dua yaitu B (baca B besar) dan b (baca b kecil). 

“eh, b , lo gak mau nyari pacar ? masa jomlo terus? Temen-temen lo udah punya pacar tuh. Malahan ada yang mau nikah. Lo gimana?”

“gini, B, gue mau tanya balik,  gimana cara lo mempertahankan sebuah hubungan dengan seseorang, hmm katakanlah gebetan atau pacar lo mungkin?”

 “hmmm—emang kenapa?”

‘gini B, gue adalah tipe orang yang punya daya tahan sangat rendah untuk mempertahankan sebuah hubungan dengan seseorang. Selama ini kalau gue menjalin hubungan dengan seseorang , katakanlah  orang yang lagi gue pdkt-in, gue selalu berhenti ditengah-tengah. Gimana caranya konsisten agar tidak berhenti ditengah-tengah?”

“hmm— rada susah dijawab sih, tapi, kenapa lo sampai seresah itu?”

“ya, karena ini yang selalu gue rasain, kadang gue ngerasa  gue belum bisa menyisihkan waktu gue dengan seseorang, menjalani hubungan yang baik artinya lo harus selalu menjaga komunikasi, dan dalam sehari, mungkin setidaknya lo harus menghubungi dia dua sampe tiga kali , hanya untuk mengobrol obrolan membosankan seperti “lagi apa?” sampe dengerin curhatan “apa yang terjadi di hari itu”.  

“hmm—mungkin, lo bukan belum bisa menyisihkan waktu, tapi gak mau menciptakan waktu tersebut ketika lo menjalani sebuah hubungan dengan seseorang, katakanlah orang yang lo pdkt-in. Lo selalu merasa semua hal yang lo lakukan dengan orang yang lo pdkti-in itu gak penting, ngebosenin dan berakhir dengan jawaban klise “gue terlalu sibuk” atau  “gue gak punya waktu” mending hubungan ini gak usah dilanjut.

“ya, emang iya , sih B. Gue kadang merasa terlalu sibuk , gak punya waktu, keresahan yang gue rasakan, persis kayak yang lo katakan”

“hmm-- gini, b. Gue  selalu percaya tidak ada alasan “gak ada waktu”,  yang terjadi sebenarnya adalah orang tersebut tidak mau menyediakan waktu atau tidak memprioritaskan hal tersebut. Ini semua Cuma tentang gimana cara lo menciptakan waktu untuk seseorang atau suatu hal yang sedang lo kerjakan. Misalnya lo akan bertemu dengan seseorang yang sangat penting, lo pasti akan menyediakan waktu lo, mengatur waktu lo, menciptakan waktu sedemikian rupa, meskipun jadwal lo  dihari itu sedang sibuk-sibuknya. ”

 “hmm—jadi,menurut lo,  ini bukan soal daya tahan gue yang rendah dalam mempertahankan sebuah hubungan? Tapi soal  gue yang tidak mau menciptakan waktu dengan orang tersebut?”

“hmm—menurut gue sih, iya, lagian, kalau seseorang itu penting buat lo, lo akan menciptakan waktu buat dia, gak akan ada alasan bosan atau gak punya waktu, lo akan selalu punya quality time dengan orang tersebut. sebaliknya,  kalau gak penting, lo akan merasa, ngapain repot-repot meluangkan waktu. Menurut gue, Pada akhirnya ketika dua orang yang sedang menjalin hubungan merasa bahwa pasangannya sangat penting untuknya, bukankah itu pertanda masing-masing sudah mendapatkan dua hal sekaligus, yaitu , diinginkan dan menginginkan”

Gue gak tahu obrolan gue dengan gue yang satu nya ini benar atau tidak. Tapi yang gue bisa pelajari dari obrolan absurd ini “menjalin suatu relationship dengan seseorang adalah tentang kemauan menciptakan waktu dari kedua belah pihak, tidak akan ada kesempatan dan waktu yang tercipta apabila salah satunya tidak menginginkan”.


*gambar didapat dari profile picture temen gue di BBM.